Assalamu ‘Alaikum War Wab…
Alhamdulillah ana punya blog baru namanya ikhwan tadulako. sebelumnya ana juga buat blog di multiply nama n3galwafie.. kalau antum mo buka, buka aja! Trus apa bedanya? Kenapa buat blog banyak-banyak? Te konsisten dong?
Siapa bilang? Begini…..
Di blog ini saya sebenarnya lebih mementingkan tulisan saya….beda dengan dimultiply yang tentunya lebih pada foto. Karena saya suka menulis. Makanya saya buat blog ini. Disini bahasanya mungkin tidak seserius diblog sebelumnya. Saya menyajikan tulisan yang ringan dan ekspresif. Mudah dimengerti dan Palu mpu…
Oia kenalan dulu dong! Kata tim nasyidku dulu (tim nasyid satu-satunya di Palu itu loh) ”tak kenal maka ta….. (kooor…ta sayang..wee..salah) ta’aruf. Nama saya Nanang, tori Desa Kalukubula kita ee, Kuliyah di STMIK BMP Palu..itu tuh yang habis kebakaran, tau kan? Tau ya? ah masa sih te tau? Tau lah! Ayoo tauuu.. mcck. He he he kalo te tau yaaa sudah… SUDAH BERAPA LAMA DIPALU? YANG ITU SAJA TE DI TAU, JAPI, TE GAUL! Tapi dulu di UNTAD, FISIP, ah jadi rindu dengan teman-teman disana (jangan tanya alasan kepindahanku!). Untuk yang lain, bamanae?
Trus kenapa saya ambil nama ikhwan tadulako? Karena pernah Kuliyah di UNTAD ya? husss Gini mangkale, saya itu kerutunan orang yang dianggap karamah di Sulawesi Tengah, khususnya Palu, oh Guru Tua To? Eeranga bukaaan, itu tuh Dato Karamah Katanya sih saya Keturunan Ke 7, eh 8, 7, mmm ini bangkale, tapi kayaknya yang benar 6..eh LUPA. Tapi saya salah satu orang yang mungkin masih meraguakan sejarah Moyang Saya ini, sebab sejarahnya yang menjadikannya di dianggap karamah oleh masyarakat yaitu terdamparnya beliau di Talise (Karampe: Terdampar) masih ambigu. Cerita masyarakat, bahwa saat beliau terdampar perahunya langsung jadi tikar (Bisa te jago?) Tapi menurut my tuama (Papahku no!) kalo beliau menggunakan tikar untuk berlayar, jadi kapal (haaaa mana bisa, ah te tau lah). Maaf ya saya bukannya percaya sama cerita masyarakat atau my father, tapi itulah kata mereka. sedangkan sejarah yang menjadikan bahwa pelayarannya masuk akal, sama sekali belum ada saat ini.
Jadi kalo difilosofikan! Dato Karamah adalah pembawa Islam pertama di lembah ini, yang tentunya mengajarkan kemaslahatan, ukhwah salah satunya. Iya pula yang menjadi salah seorang disegani diSelebes walau mungkin tidak pernah menjadi Tadulako (Pemimpin Negara) Tapi secara de facto beliau lebih diakui (disgani dan ditakuti) oleh masyarakat. Jadi dia juga Tadulako kan? Nah dari kakekku inilah saya terinspirasi membuat blog yangi ini. Maaf ya kek! Kalau nanti ketika menulis blog ini, ada salah-salah kata.. tapi sebenarnya bukan dari kakek saja saya mengambil nama ini, sebenarnya karena saya juga teragabung dalam salah satu jamaah, yang kalo bilang laki-laki “ikhwan”.
Itu barangali yang penting saya tulis. Te apa apa kan? Te apa lah, kan te penting juga kau Nang? Siapa sih loh? saya sutradara yang baru! Sampai disini saya akhiri, tapi sebelum saya kahiri ada yang mau bertanya? kooor….te adaa… HUHH MALAS.
Ok, Wassalam.